Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.

Sabtu, 26 September 2009

Post Production

Adalah proses penyelesain akhir (finishing) dari sebuah rangkaian produksi (shoting) yang meliputi mengeditan gambar, penambahan title, grafik, animasi & special effects, musik, sound
effects, audio dubing, & output ke media video seperti: Betacam, DVCAM, MiniDV, & CD/DVD.

PreProduction , Production , Post Production

Video Standart : PAL,D1/DV
Frame Size : 720 X 576 (pixel)
Frame Rate : 25 fps
Pixel Aspect Ratio : D1/DV,PAL (4:3/1,067)
Audio : 48 kHz 16 Bit Stereo

Pembagian tahap Post Production
1. Offline:
- Capture
- Edit
2. Online :
- Compositing
- Motion Graphic
- Visual Effects
- Color Grading
- Music & Sound FX
- Titling
- 3D

Production

Adalah proses pelaksanaan produksi (shoting) yang mengacu pada persiapan yang dihasilkan
dari proses PreProduction.

1. Directing/Penyutradaraan.
Sutradara/Director adalah orang yang memimpin pelaksanaan shoting dan bertugas mengatur bagaimana tim dalam pembuatan film seperti: aktor, cameramen, lighting, artistik, editor & special effect artist harus tampil sebagaimana mestinya dalam
pembuatan sebuah film sesuai dengan script/naskah. Dan biasanya didamping oleh satu
orang atau lebih asisten sutradara.

2. Penguasaan Kamera & Teknik Shoting.
Anggle
Adalah sudut pandang pengambilan gambar yang dapat dilihat dari viewfinder pada sebuah kamera film/video. Dimana pemilihan anggel sangat berperan penting dalam menciptakan unsur artistik dan pemahaman cerita dalam pengadeganan sesuai dengan script/naskah.
Lighting/Pencahayaan
Dalam sebuah proses pengambilan gambar diperlukan adanya aset pencahayaan yang memadai. Baik itu didapat dari sumber natural (sinar matahari) pada shoting exterior/luar ruang, ataupun melalui bantuan sinar lampu pada shoting interior/dalam ruang.
Komposisi
Merupakan teknik pengaturan posisi gambar, ukuran & kedalaman ruang, perspektif & mood adegan untuk menghasilkan citra sesuai dengan tuntutan script/naskah.
Log/Catatan Shoting
Diperlukan adanya log/catatan yang dibuat menjelaskan penandaan setiap gambar per-adegan yang sudah selesai diambil, dilengkapi dengan keterangan koordinat waktu (timecode) pada aset yang digunakan. Proses ini akan sangat membantu mempercepat proses pengeditan gambar.

Selasa, 15 September 2009

pROFIL smk nEGERI 3 jEPARA

ImageSMK Negeri 3 Jepara semula bernama SMEA PEMDA Jepara berdiri tahun 1974 dengan SK No. B.24/1974 tanggal 1 januari 1974. dalam perkembanganya berubah menjadi SMEA Negeri Jepara Tahun 1981 SK Mendikbud RI No. 0236/0/1981 tanggal 7 maret 1981. kemudian mulai tanggal 7 maret 1977 dengan SK. Mendikbud No. 036/0/97 berganti nama menjadi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Jepara Kelompok Bisnis dan Manajemen dengan Program Keahlian Sekretaris dan Penjualan deangan Program Keahlian Sekretaris /Administrasi Perkantoran, Akuntansi, Dan Penjualan. Pada Tahun Diklat 2005/2006 SMK Negeri 3 Jepara membuka Program Keahlian Multimedia, Pada Tahun Diklat 2007/2008 SMK Negeri 3 Jepara membuka Program Keahlian Teknik Komputer Jaringan.

Menciptakan tenaga kerja menegah di bidang Sekretaris / Administrasi Perkantoran, Akuntansi, Penjualan, Multimedia, dan Komputer Jaringan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan Pembangunan Nasional baik saat ini maupun di masa yang akan dating sejalan dengan Kecenderungan globalisasi.

  1. Menghasilkan Sumber Daya Manusia yang dapat menjadi faktor keunggulan dalam bidang Sekretaris / Administrasi Perkantoran, Akuntansi, Penjualan, Multimedia, dan Komputer Jaringan.

  2. Mengupayakan peserta didik dari setatus beban menjadi asset pembangunan yang produktif di bidang Sekretaris / Administrasi Perkantoran, Akuntansi, Penjualan, Multimedia, dan Komputer Jaringan.

  3. Mengupayakan SMK N 3 Jepara mampu berkompetisi melalui penggalian dan pemberdayaan potensi Intern dan Ekstern Sekolah guna menghasilkan tamatan yang sesuai dengan dinamika masyarakat.

PRE PRODUCTION

Adalah proses penyiapan semua elemen yang terlibat dalam sebuah produksi (shoting) film/video. Dari mulai pengaturan budget, pemilihan sutradara, aktor, cameramen, crew, lokasi, peralatan, kostum/wardrobe dll.
1. Ide & Pemilihan Konsep.
Adalah merupakan realisasi dari sebuah ide pemikiran dan gagasan yang bertujuan untuk menuangkannya kedalam media visual dan audio.
2. Story Line / Sinopsis.
Adalah ringkasan cerita/film, menjadi bentuk pemendekan dari sebuah film dengan tetap memperhatikan unsur-unsur cerminan film tersebut. membuat Sinopsis merupakan suatu cara yang efektif untuk menyajikan karangan film yang panjang dalam bentuk yang singkat.
Dalam sinopsis, keindahan gaya bahasa, ilustrasi, dan penjelasan-penjelasan dihilangkan, tetapi tetap mempertahankan isi dan gagasan umum pegarangnya.
Sinopsis biasanya dibatasi oleh jumlah halaman, misalnya satu atau dua halaman, seperlima atau sepersepuluh dari panjang film.
Langkah-langkah membuat sinopsis.
- Mencatat gagasan utama dengan menggaris bawahi gagasan - gagasan yang penting.
- Menulis ringkasan berdasarkan gagasan-gagasan.
- Gunakan kalimat yang padat, efektif, dan menarik untuk merangkai jalan cerita.
- Dialog dan monolog tokoh cukup ditulis isi atau dicari garis besarnya saja.
- Sinopsis tidak boleh menyimpang dari jalan cerita dan isi dari keseluruhan film.

3. Script/Naskah Skenario.
Membuat rancangan audio visual treatment dan penulisan naskah secara rinci yang
mengembangkan gagasan utama pada synopsis menjadi sebuah cerita yang menarik dan informatif. Diawali dengan penjelasan dan pengenalan tiap karakter dalam cerita secara menyeluruh.

4. Shot List & Storyboard.
Sebuah teknik shoting management. Disini dibuat daftar pengambilan gambar pada setiap adegan, dan divisualisasikan dalam bentuk sketsa gambar/storyboard jika diperlukan.